Jumat, 08 Agustus 2014

Belajar Bebas Dari Film Ide 3 Idiots

Film ide sebaiknya suatu film yang mempunyai jalan narasi inspirasional. Di buat dengan kesungguhan tanpa ada maksud komersil umumnya jadi jati diri dari suatu film ide. Film ide mempunyai maksud yang bisa disebutkan mulia. Beberapa sineas yang repot dibelakang monitor kelihatannya lebih mementingkan arti yang hingga pada beberapa pemirsa dari pada nilai komersil yang diperoleh.
Di beberapa belaha dunia, semacam di India atau mungkin barangkali banyak di negara lain, terhitung Indonesia nampak asumsi bahwasanya untuk jadi orang yang berhasil, seorang mesti jadi yang paling baik di universitas. Karena ia bakal memperoleh pekerjaan paling baik, jadi orang kaya serta beroleh jodoh yang baik. Beberapa hal semacam inilah yang umumnya jadi bahasan utama dalam suatu film ide.
Bila dia tidak berhasil dalam akademis, saat depannya bakal suram. Hal semacam ini yang lalu sebagai ide beberapa sutradara untuk membuat suatu film ide Tak kecuali seseorang sutradara dari India yang menyutradarai suatu film berjudul 3 Idiots
Film dari negerinya Mahatma Gandhi ini terbilang untuk film ide. Jalan narasi yang unik, dan topik serta persoalan yang diangkat ke film inilah yang bikin film ini terhitung dalam kelompok film ide. Tidak sama dengan umumnya film India yang menghadirkan cerita percintaan dua anak manusia yang ditentang oleh keluarganya, 3 Idiots tak sekian.
Tema-tema semacam itu jadi suatu jalan narasi yg tidak asing lagi dalam film animasi. Suatu kontras yang senantiasa jadi perbandingan pada persyaratan keberhasilan ideal yang sebenarnya dengan beragam kemungkinan dari suatu persyaratan berhasil.
Dalam film ide, perbandingan itu umumnya dipertunjukkan dengan cara lugas. Namun terdapat lagi yang di sajikan dengan cara tersirat. Film ide type itu, seakan mau bikin beberapa penontonnya untuk memikirkan serta merenungkan.
Film ide biasanya pilih tema-tema yang dekat dengan kehidupan manusia keseharian. Beberapa masalah yang ada di kehidupan sosial ataupun konfilk pribadi jadi sejenis topik khas dalam suatu film ide.
Satu diantara film ide, tak hanya film ide dari India, Indonesia pun mempunyai satu film ide yang cukup populer. Film itu berjudul Si Doel Anak Sekolahan Film berlatarbelakang kehidupan suatu keluarga Betawi ini sangatlah memberikan inspirasi. Begitu suatu hal bakal jadi barangkali bila diimbangi dengan usaha serta tekad. Anak Betawi yang tuturnya ketinggalan zaman serta tidak berbudaye dipatahkan dengan hadirnya film ini. Film Ide - Alur Narasi 3 Idiots
Film ide ini bercerita perihal mahasiswa-mahasiswa yang berkuliah di satu diantara perguruan tinggi di India. Mereka yaitu Farhan Qureshi (R. Madhavan) serta Raju Rastogi (Sharman Joshi). Mereka hanya mahasiswa umum. Farhan dituntut untuk jadi insinyur walau kata hatinya inginkan dianya jadi fotografer alam bebas. Sesaat Raju dibebani oleh keharusan untuk sukses karena keluarganya yang sangatlah miskin.
Saat Racho (Aamir Khan) datang, dunia mereka beralih. Dalam film ide ini pertama-tama dikisahkan, Rancho berani mengerjai balik seniornya. Keeksentrikan murid kaya ini berlanjut dengan berani melawan dekan universitas mereka, Profesor Viru Sahastrabudhhe (ViruS) (Boman Irani). Rancho berani menjawab tiap-tiap pertanyaan sang Profesor dengan jawaban yg tidak umum, walau sesungguhnya dalam beberapa hal, benar.
Rancho pun mempertanyakan universitas yang tidak kian lebih suatu pabrik yang membuat robot, bukan hanya manusia yang sesungguhnya. Tidak heran bila ketiganya dijuluki 3 idiots oleh sang professor. Di mata sang professor, sosok mahasiswa ideal ada pada diri Chatur (Omi Vaidya). Semacam biasanya mahasiswa, Chatur lihat universitas untuk ticket emas menuju status sosial yang tambah baik. Dua langkah pandang manusia perihal dunia pendidikan jadi topik utama yang diangkat dalam film ide ini.
Rancho serta rekannya lalu tergoda untuk mengerjai Chatur. Chatur yang terasa dipermalukan pada akhirnya tak terima serta lalu mengajak Rancho untuk bertaruh siapa yang lebih berhasil sepuluh thn lalu. Pertaruhan di antara mereka makin memberi warna cerita ide mahasiswa-mahasiswa dalam film ide itu. Film Ide dari 3 Idiots
Terdapat beberapa hal yang menarik untuk dipelajari dari 3 Idiots Film ide yang menyentil persoalan pendidikan ini mempertanyakan system pendidikan yang ada. Pendidikan yang semestinya meningkatkan manusia malah jadi menghimpit potensi manusia tersebut.
Manusia tak akan mempunyai kebebasan memikirkan, namun mesti memikirkan menurut system yang dalam film ini diwakili oleh sosok Viru S. Untuk misal, mahasiswa tak bisa membuat pengertian sendiri, namun mesti menuruti buku teks. Film ide ini betul-betul menyentil kelompok pendidikan tinggi.
Dalam film ide ini, mahasiswa pun dipaksa ikuti tenggang saat yang kadang-kadang tak masuk akal tidak ada toleransi sedikit juga. Dosen serta universitas pada akhirnya menjelma untuk tokoh otoriter yang melakukan tindakan semaunya.
3 Idiots pun menyoroti persoalan pilihan bebas. Dalam film ide ini digambarkan bahwasanya waktu seseorang anak lahir, ia sudah di beri beban dari orang tuanya. Anak lelaki, umpamanya, dipaksa jadi insinyur. Anak wanita jadi dokter. Harapan orangtua pada anak demikian tinggi sampai selanjutnya, anak yg tidak dapat penuhi harapan orangtua bakal jadi tak bahagia, stress serta bisa saja coba bunuh diri semacam yang digambarkan dalam tokoh Raju.
Tokoh-tokoh dalam film ide ini makin memberikan inspirasi beberapa pemirsa. Yaitu tokoh Rancho yang mengajarkan utamanya melakukan hal yang paling kita gemari. Lantaran cuma dengan berani menguber passion kita, kita bisa berbuat yang paling baik untuk diri sendiri serta orang lain. Hal semacam ini yang selanjutnya bikin Raju berani hadapi beberapa hal serta bikin Farhan berani keluar dari universitas untuk menguber kariernya untuk fotografer.
Lantaran semacam kata tokoh Farhan yang lebih kurang berkata, " Bila saya miskin dalam melakukan pilihan saya, saya cuma bakal menyalahkan diri sendiri. Walau demikian bila saya miskin dalam melakukan pilihan bapak, saya bakal menyalahkan bapak. ” Begitulah kurang lebih satu diantara penggalan kalimat dalam film inpirasi ini.
Tokoh Ranchu sendiri digambarkan selanjutnya sukses bangun sekolah impiannya. Suatu sekolah yang meningkatkan muridnya untuk kreatif, membuat alat-alat serta bebas dari tuntutan konvensional orang-orang. Bukan hanya itu saja, ia sukses menunjukkan pada Chatur, bahwasanya keberhasilan dapat lahir tanpa ada mesti ikuti ketentuan pakem dunia pendidikan. Film ide ini otomatis menyampaikan bahwasanya pendidikan resmi tak menanggung keberhasilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar